Inilah Alasan Mengapa Presiden Jokowi Mengundang Presiden Ukraina ke G20

Belakangan ini dunia dihebohkan dengan perang yang dilakukan oleh dua negara yakni, Ukraina dan Rusia. Kedua negara tersebut mengalami konflik sehingga menjadi pusat perhatian dunia. Namun kali ini kita tidak akan membahas secara spesifik, mengapa perang tersebut dapat terjadi. Melainkan memberi tahu apa alasan presiden Jokowi mengundang Ukraina ke G20.

Presiden Jokowi telah menjelaskan apa alasan ia mengundang presiden Ukraina yaitu Volodymyr Zelenskyy pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yakni bertujuan untuk memulihkan ekonomi dunia. Mengingat ekonomi dunia sedang ada di fase yang sangat rendah. Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa G20 memiliki peran yang sangat penting sebagai katalisator untuk pemulihan ekonomi dunia.

“Kita paham bahwa G20 memiliki peran sebagai katalisator dalam pemulihan ekonomi dunia, maka terdapat dua hal besar yang mempengaruhi saat ini yaitu yang pertama pandemi Covid-19 dan yang kedua perang di Ukraina,” ujar Presiden Jokowi ketika di Istana Kepresidenan Bogor lewat tayangan di kanal YouTube Sekretariat Presiden hari Jumat.

Ia juga menjelaskan terkait rencana KTT G20 yang nantinya akan dihadiri oleh para presiden dan pemerintahan yang tergabung dalam G20. Di mana acara tersebut akan dilaksanakan pada 30-31 Oktober 2022 mendatang.

“Dalam konteks inilah maka pembicaraan telepon kemarin, saya mengundang presiden Ukraina untuk hadir dalam KTT G20,” lanjut Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menjelaskan bahwa, percakapan antara beliau dan presiden Ukraina terjadi melalui telepon. Ia juga menjelaskan bahwa, mungkin undangan tersebut dapat membantu Ukraina dalam menjalani masa sulitnya, mengingat tidak ada negara yang boleh memberikan bantuan berupa persenjataan.

“Saya menegaskan bahwa sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia dan prinsip politik luar negeri Indonesia melarang pemberian bantuan persenjataan kepada negara lain,” tutur presiden Jokowi.

“Presiden Jokowi juga menyampaikan harapannya lewat pidato, dengan harapan bahwa perang Rusia dan Ukraina dapat segera dihentikan dan segera menemukan solusi untuk damai dengan cara kedua pihak melakukan perundingan.

“Saya sampaikan mengenai harapan agar perang dapat segera dihentikan dan solusi damai melalui perundingan dapat dikedepankan,” lanjut Presiden Jokowi dalam pidatonya.

Kebijakan yang dilakukan presiden Jokowi memang cukup bijak, mengingat negara Ukraina bukanlah anggota dari G20, tetapi sebelumnya Ukraina pernah menjadi ketua G20 dan mengundang negara-negara lainnya untuk menghadiri pertemuan tersebut. Inilah bentuk balas Budi yang dilakukan oleh Indonesia untuk Ukraina yang cukup membantu.

Bahkan kita juga tahu bahwa, G20 sendiri telah mengutuk invasi Rusia di Ukraina yang sudah terlalu berlebihan, bahkan invasi tersebut telah berlangsung selama pekan kesembilan ini. Tentunya invasi tersebut membuat dampak yang sangat negatif seperti ketegangan geopolitik, memicu krisis kemanusiaan, dan mengancam ekonomi global.

Tidak hanya Indonesia yang peduli terhadap konflik Rusia dan Ukraina, bahkan negara-negara lain juga menyuarakan hal yang sama untuk presiden Vladimir Putin supaya dikeluarkan dari daftar kehadiran KTT pada G20.

Sebelumnya presiden Jokowi juga telah menolak secara tegas terkait perang yang terjadi antara di awal-awal isu tersebut tersebar, presiden Jokowi menyuarakan kritiknya lewat akun Twitternya pribadinya. Bahkan beberapa negara lebih menolak secara gamblang dan tegas, sampai-sampai mengarah ke Vladimir Putin seperti presiden Amerika serikat.

Contoh undangan resmi tersebut diharapkan dapat membuat Ukraina sedikit terbantu dalam masa-masa beratnya, mengingat Ukraina juga pernah menjadi ketua G20 dan banyak membantu negara-negara lainnya.

Itulah informasi yang dapat kami rangkum terkait alasan mengapa presiden Jokowi mengundang presiden Jokowi ke G20. Mudah-mudahan informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kalian semua, terimakasih.