Mengenal 4 Jenis Pemeriksaan di Dokter Obgyn untuk Cek Kesuburan Wanita

Agar bisa hamil dan menghasilkan keturunan, maka organ reproduksi wanita harus berfungsi dengan optimal. Jadi apabila anda merasa tidak kunjung hamil setelah menikah cukup lama, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesuburan ke dokter Obgyn Jakarta. Pasalnya adanya gangguan pada organ dapat menyebabkan ketidaksuburan. Berikut beberapa jenis pemeriksaannya.

Tes Kesuburan pada Organ Reproduksi

1. USG Transvaginal

USG transvaginal merupakan prosedur pencitraan yang menggunakan gelombang suara melalui vagina, untuk memeriksa organ reproduksi wanita. Ini meliputi rahim, indung telur, saluran telur, leher rahim, dan vagina. USG transvaginal dilakukan dengan memasukkan alat USG sepanjang 5 hingga 7 cm yang menyerupai tongkat ke dalam vagina.

Umumnya, prosedur USG transvaginal direkomendasikan untuk mengecek kesehatan janin atau mendeteksi kondisi abnormal pada rahim. Prosedur tersebut akan berlangsung selama kurang lebih 30 sampai 60 menit, dengan hasil pemeriksaan yang dapat diketahui dengan cepat atau dalam waktu 24 jam.

2. Histeroskopi

Dokter Obgyn Jakarta juga bisa melakukan histeroskopi sebagai prosedur pemeriksaan kesuburan organ reproduksi wanita. Ini merupakan tindakan diagnosis, dimana histeroskopi akan membuat visualisasi lapisan dinding rahim dengan cara memasukkan histeroskop ke dalam vagina. Tindakan ini dilakukan untuk memeriksa kondisi rahim, serviks, jalur serviks, saluran indung telur, dan vagina.

Umumnya, tindakan histeroskopi dilakukan untuk menganalisis kelainan bawaan yang ada pada saluran kelamin wanita, mengangkat polip di rongga rahim atau saluran serviks, melakukan biopsi, dan mengangkat sisa sisa kehamilan di dalam rahim setelah kelahiran atau keguguran. Prosedur histeroskopi ini tidak dapat dilakukan pada wanita hamil.

3. Laparoskopi

Laparoskopi merupakan jenis prosedur bedah, yang memungkinkan dokter untuk mengakses bagian dalam panggul dan perut tanpa membuat sayatan besar di kulit pasien. Prosedurnya menggunakan alat laparoskop, sehingga meminimalisir sayatan besar layaknya pada operasi konvensional.

Laparoskopi biasanya sering digunakan untuk mendiagnosis sumber masalah yang ada pada bagian perut atau panggul. Dilakukan ketika metode non invasif tidak membuahkan hasil atau tidak mampu memberikan informasi yang dibutuhkan tim medis. Cara ini banyak dipilih karena waktu pemulihannya cenderung cepat, mencegah timbulnya jaringan parut, dan mengurangi rasa sakit setelah prosedur.

4. HSG (Histerosalpingografi)

HSG atau histerosalpingografi adalah bentuk pemeriksaan atau tes kesuburan dengan menggunakan sinar rontgen. Dokter Obgyn Jakarta melakukan prosedur ini untuk melihat bagaimana kondisi rahim serta daerah di sekitarnya. Histerosalpingografi biasanya dilakukan pada wanita yang mengalami masalah seperti infertilitas atau keguguran berulang.

Umumnya, HSG memang dianjurkan pada pasien yang mengalami infertilitas, penyumbatan tuba falopi, dan masalah lain pada rahim seperti cedera, bentuk yang tidak normal, adanya benda asing di dalam rahim, hingga polip pada rahim. Selain itu, HSG juga dapat dilakukan untuk memastikan apakah pelepasan ligasi tuba berjalan dengan lancar pada wanita yang ingin mempunyai anak kembali.

Masing masing pemeriksaan yang telah disebutkan di atas, dilakukan untuk mengetahui kondisi organ reproduksi pada wanita. Nantinya akan diketahui apakah ada masalah atau tidak yang menyebabkan sulit hamil atau berkali kali mengalami keguguran. Dokter profesional tentunya akan lebih tahu mana prosedur yang paling tepat untuk dilakukan, sesuai dengan kondisi pasien.

Nah buat informasi lebih detailnya lebih mending kita kunjungi langsung aja website dari OMDC yaa.