Penanganan Awal Sesak Napas Untuk Penderita Penyakit Gagal Jantung

Media 0
penyakit gagal jantung

Kebanyakan penderita penyakit gagal jantung datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas. Keluhan ini akan semakin terasa seiring dengan semakin parahnya penyakit tersebut. Napas yang semakin sesak juga akan mempengaruhi aktivitas dan kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, ketika penderita mengalami gangguan sesak napas, bisa melakukan penanganan berikut.

Penanganan Awal Sesak Napas Penderita Gagal Jantung

1. Meninggikan Tempat Tidur

Berdasarkan data dari Pusat Jantung Nasional pjnhk.go.id, sesak napas yang dialami oleh penderita gagal jantung disebabkan oleh penumpukan cairan pada rongga interstisial dan alveoli paru. Adanya cairan ini bisa membuat paru-paru untuk mengembang, akhirnya si penderita akan merasakan sesak napas. Cara yang bisa dilakukan untuk menangani ini adalah dengan meninggikan posisi tidur.

Nah dengan posisi semifowler ataupun fowler akan membuat kondisi membaik, sehingga hal ini pas sebagai langkah awal ketika terjadi sesak napas yang bisa memicu gagal jantung. Posisi tidur yang setengah duduk dapat membantu paru-paru untuk mengembang lebih maksimal, sehingga pertukaran oksigen dan karbondioksida berjalan dengan lebih baik.

2. Ruangan yang Cukup Terbuka

Penderita penyakit gagal jantung sebaiknya beristirahat di ruangan yang cukup memiliki banyak ventilasi. Di dalam ruangan terbuka yang tenang akan membuat penderita menjadi lebih rileks jika sewaktu-waktu mengalami sesak napas. Sebab, suasana lingkungan yang tenang akan memberikan efek positif yang bisa membantu menangani sesak napas tersebut.

3. Tetap Tenang

Tenang adalah kunci utama ketika terjadi sesak napas mendadak. Penderita harus menjaga ketenangan di dalam dirinya dan tidak boleh panik atau stres. Sebab, panik yang muncul justru akan membuat sesak napas menjadi semakin parah karena rasa panik menstimulus sistem saraf simpatik tubuh untuk memacu kerja jantung lebih cepat.

Dimana hal tersebut akan membuat organ paru-paru bekerja lebih berat sehingga akibatnya sesak napas yang anda alami akan semakin parah pula. Nah alangkah baiknya ketika seseorang yang mengalami gagal jantung ada baiknya saat sesak napas anda mengambil napas secara perlahan dan melepaskannya pula secara perlahan. Hal ini akan membalikkan efek sistem saraf simpatik, sehingga proses bernapas akan lebih efektif dan lancar.

Baca Juga : Kapan Harus Periksa ke Dokter Bedah Toraks

4. Dukungan Emosional

Dukungan emosional dari orang terdekat akan memberikan efek yang lebih baik bagi penderita. Sebab, hal tersebut dapat meningkatkan rasa nyaman dan tenang, sehingga penderita tidak merasa seorang diri. Dukungan emosional ini dapat berupa belaian di punggung atau tangan. Jika merasa tenang, maka sesak napas akan lebih mudah dikendalikan.

5. Pilih-Pilih Dalam Berbicara

Nah saat anda mulai menunjukkan tanda sesak napas, sebagai pasien gagal jantung ada baiknya memilih dalam berbicara. Dalam artian melakukan pembatasan berbiacara agar energi yang terpakai bisa sedikit berkurang dan anda tidak cepat merasa lelah. Begitu pula dengan orang-orang terdekat supaya tidak mengajak bicara. Namun, jika perlu dengan hal yang penting, bisa memberikan pertanyaan tertutup dengan jawaban ya atau tidak.

Hal utama untuk melakukan penanganan awal sesak napas pada gagal jantung adalah ketenangan. Baik penderita maupun orang di sekitar harus bisa mengondisikan kenyamanan dan ketenangan penderita. Dengan demikian, gangguan sesak napas akan lebih mudah dikendalikan.

Salah satu dokter di Heartology yang memiliki keahlian di bidang  Bedah Vaskular & Endovaskular adalah dr Dicky Aligheri Sp.BTKV (K) yang memiliki keahlian di bidang bedah kardiak / jantung dewasa, bedah dan intervensi vaskular/ aorta, bedah gagal jantung dan intrumentasi support sirkulasi.

Buat janji dengan dr Dicky secara online di website Heartology dan cek juga jadwal prakteknya disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *