Tata Cara Sholat Jenazah Serta Keutamaannya

Melakukan shalat jenazah bagi seorang muslim memiliki landasan hukum fardhu khifayah. Sangat penting untuk tetap mendoakan sesama umat islam beragama baik kepada hambanya yang masih bernyawa maupun yang sudah tiada. Melakukan shalat jenazah juga memiliki landasan yang pasti. Berikut adalah tata cara sholat jenazah serta keutamaannya antara lain :

 

  1. Dikabulkan doanya

 

Melaksanakan shalat jenazah juga dapat menjadikan sebuah alaman yang baik. Doa yang sedang dipanjatkan akan menjadi sebuah kebaikan dimana doa yang baik pasti akan menjadi baik. Setiap perilaku dan aklaq yang dilandaskan dengan kebaikan niscaya Allah akan mengabulkan doa – doanya.

 

  1. Berpahala sebesar gunung uhud

 

Jika sedang melakukan shalat jenazah maka terdapat tata cara sholat jenazah. Setiap cara yang dilakukan memiliki jumlah pahala yang berbeda. Ini juga berlaku pada saat menshalatkan, mengiringi hingga disaat mengantarkan jenazah tepat di pemakamannya. Pahala yang didapat walaupun berbeda namun pahalanya akan tetap sebesar gunung uhud.

 

  1. Dari Abu Hurairah yang berkata : Rasulullah SAW telah bersabda yang diantaranya :

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ  . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ  مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

“Barang siapa menyalatkan jenazah dan tidak mengiringinya (ke pemakaman), ia akan memperoleh pahala sebesar satu qirath.

Jika dia juga mengiringinya (hingga pemakamannya), ia akan memperoleh dua qirath.

Terdapat sebuah pertanyaan, ‘Apakah yang dimaksud dua qirath?’ Beliau menjawab, ‘disebutkanlah dua gunung yang begitu besat semisal Gunung Uhud’,” (HR Muslim).

 

  1. Pahalaa mengalir bagi jenazah

 

Ketika melaksanakan shalat jenazah maka almarhum (almarhumah) juga akan mendapatkan pahala. Terlebih jika yang sedang melaksanakan shalat jenazah berjumlah lebih dari 40 orang. Hal ini juga memiliki makna dan berikut terkait sabda Rasulullah SAW yang diantaranya :

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, lantas disalatkan oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun,

Melainkan Allah akan memperkenankan syafaat (doa) mereka untuknya,” (HR Muslim).

 

  1. Dalam riwayat muslim

 

مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ ». قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ « أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ

 

Barangsiapa sedang melaksanakan shalat jenazah namun tidak ikut mengiringi jenazahnya, maka baginya akan mendapat pahala satu qiroth. Jika bahwa ia sampai mengikuti jenazahnya, maka baginya akan mendapat pahala dua qiroth.” Ada yang melanjutkan pertanyaannya, “Apa maksud dari dua qiroth?” “Ukuran paling kecil dari dua qiroth adalah semisal gunung Uhud”, jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim no. 945

 

  1. Hadist dari Aisyahdahiyallahuanha bahwa ia sedang berkata : Rasulullah SAW telah bersabda yang diantaranya :

 

مَا مِنْ مَيِّتٍ يُصَلِّى عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلاَّ شُفِّعُوا فِيهِ

 

Tidaklah engkau melihat bahwa seorang mayit sedang dishalatkan (dengan shalat jenazah) oleh sekelompok kaum muslimin dengan jumlahnya yang mencapai 100 orang, dan engkau melihat bahwa semuanya sedang memberi syafa’at (mendoakan kebaikan untuknya), maka syafa’atnya akan diperkenankan.” (HR. Muslim no. 947).

 

  1. Dari malik bin Hubairah bahwa ia sedang berkata : Rasulullah SAW telah bersabda yang diantaranya :

 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيُصَلِّى عَلَيْهِ ثَلاَثَةُ صُفُوفٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ إِلاَّ أَوْجَبَ

 

Tidaklah bahwasannya seorang muslim yang mati lalu saat itu dishalatkan oleh tiga shaf kaum muslimin yang melainkan do’a mereka akan diterima dan dikabulkan.” (HR. Tirmidzi no. 1028 dan Abu Daud no. 3166.).

Melaksanakan sholat jenazah memiliki landasan hukum yang jelas. Anda sudah dapat menerapkan langkah tata cara sholat jenazah serta keutamaannya.